Wednesday, October 7, 2015

Penganguran dan Dampaknya Terhadap Pembangunan

“Hai guys,..... ekoxi .blogspot.com kali ini akan membahas tentang pengangguran dan dampaknya terhadap pembangunan. Postingan  ini diharapkan dapat membantu agar kalian dapat memahami kondisi ketenagakerjaan dan dampaknya terhadap pembangunan ekonomi.

Masalah pembangunan yang dihadapi oleh banyak negara baik negara yang telah maju maupun negara yang sedang berkembang adalah masalah pengangguran. Mengapa pengangguran ini terjadi? Simak penjelasan berikut ini! Ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dengan kemampuan negara untuk menciptakan pembangunan dan kesempatan kerja untuk penduduknya, serta pertambahan penduduk yang pesat dari masa ke masa, menimbulkan berbagai implikasi yang buruk terhadap beberapa aspek dari pembangunan ekonomi.

Pertumbuhan penduduk yang pesat akan mempersulit tercapainya tujuan negara, terutama tujuan untuk mempertinggi taraf kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat. Perkembangan penduduk yang pesat akan mengurangi kemampuan negara tersebut untuk memperbesar tabungan.

Mengapa? Dalam kondisi tersebut, negara harus mengalihkan lebih banyak dana pembangunan untuk menciptakan fasilitas-fasilitas yang akan mempertinggi kesejahteraan sosial masyarakat. Misalnya, penyediaan fasilitas perumahan, pendidikan, dan kesehatan rakyat. Apa akibatnya? Secara otomatis negara akan mengurangi dana yang dapat digunakan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang lebih produktif, dan mendorong negara tersebut untuk menciptakan lebih banyak pekerjaan dari masa ke masa untuk menekan peningkatan angka pengangguran.

Pengangguran merupakan orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Jenis pengangguran dapat dibedakan menjadi :

1. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

2. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

3. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

4. Pengangguran Siklikal 
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.

Pengangguran menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap kehidupan, baik perseorangan maupun dalam kehidupan masyarakat. Akibat tuntutan untuk membiayai hidup yang tidak dapat dipenuhi menimbulkan gejala sosial. Contoh gejala sosial negatif seperti meningkatnya kriminalitas, lingkungan kumuh, kualitas hidup yang semakin menurun, dan lingkungan hidup yang tidak sehat.

Secara individual, menganggur akan menyebabkan menurunnya kualitas mental dan fisik. Seorang yang menganggur berkepanjangan dapat mengalami depresi mental. Mengapa? Karena, merasa menjadi beban orang lain, merasa dirinya tidak berguna, dan rendahnya penilaian masyarakat terhadap para penganggur. Selain itu, seorang penganggur tidak memiliki penghasilan sehingga ia akan mengurangi pengeluaran untuk makan dan pakaian. Hal ini menyebabkan menurunnya kualitas kesehatan.

Dalam perekonomian suatu negara, tingginya angka pengangguran akan mengurangi pendapatan nasional dan pendapatan per kapita. Karena tidak berfungsinya salah satu faktor produksi, yaitu tenaga kerja sehingga output yang dihasilkan rendah. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi di negara Indonesia maka perhatikan tabel dan grafik berikut ini!



Gambar berikut ini menampilkan grafik laju pertumbuhan ekonomi tahun 1994-2006.

Grafik kenaikan angkatan kerja dari tahun ke tahun yang belum tertampung di dunia kerja
Setelah Anda mempelajari tabel dan grafik di atas, apa yang muncul di benak Anda? Siapkah Anda dengan segala kemungkinan yang terjadi ketika Anda lulus nanti? Berbagai kenyataan di atas perlu Anda sikapi lebih bijak agar Anda mampu menentukan keputusan yang tepat atas masa depan Anda. Coba Anda perhatikan kembali tabel dan grafik di atas. Jumlah angkatan kerja tidak diimbangi dengan adanya kesempatan kerja, akibatnya jumlah pengangguran meningkat. Oleh karena itu, output (pertumbuhan ekonomi) juga tidak memuaskan. Mengapa? Lalu, bagaimanakah cara mengatasi adanya pengangguran ini?
  • Cara mengatasi masalah pengangguran dengan memperluas lapangan kerja. Hal ini dapat dilakukan melalui cara-cara sebagai berikut :
  • Meningkatkan investasi, baik yang dilakukan oleh pemerintah, swasta maupun perseorangan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri sehingga lapangan kerja bertambah.
  • Pemerintah melakukan pembangunan melalui proyek padat karya, misalnya membangun infrastruktur seperti jalan, bendungan, sekolah, transmigrasi, dan sarana komunikasi.
  • Mengadakan kerja sama dengan negara lain di bidang tenaga kerja. Bentuk kerja sama yang terjalin hingga saat ini adalah pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, seperti ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan Kuwait.
  • Meningkatkan ekspor barang yang dapat mendorong meningkatnya investasi, misalnya produk-produk seperti karet olahan, biji besi, kelapa sawit dan lain-lain yang melibatkan industri skala besar dan perkebunan rakyat. Peningkatan ekspor berarti peningkatan produksi dan peningkatan devisa negara. Peningkatan produksi tersebut dapat dilakukan melalui penambahan investasi dan tenaga kerja.


Sumber :
  • Mulyanti, Sri. 2009. Ekonomi 2 : Ekonomi dan Kehidupan SMA/MA Untuk Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.